Langsung ke konten utama

KREASI LITERASI di ERA DIGITAL

KREASI LITERASI di ERA DIGITAL
Tugas Essay Abang None Buku Jakarta Utara 2016
Oleh; Fannisya Aulya Iskandar

            Semakin pesatnya perkembangan teknologi di dunia tentu kita sebagai generasi penerus bangsa harus mampu membenahi masalah yang ada. Sebagai salah satu contohnya masalah buta aksara atau buta huruf. Sebagai salah satu negara berkembang dan sebagai salah satu negara yang ingin maju, Indonesia harus mampu membenahi masalah tersebut.
Dewasa ini perkembangan teknologi di dunia semkin pesat. Para generasi mudayang hidup di era sekarangsemakin dimudahkan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak jarang pemanfaatan teknologi menjadi salah satu pilihan cepat bagi kita yang ingin dengan cepat pula mendapatkan informasi tersebut. Tapi tahukah kamu bahwa di zaman sekarang (era modern dan serba canggih) sebagian penduduk masih merasakan sulitnya membaca? Bahkan ada yang benar-benar tak kenal huruf. Permasalahan buta huruf atau buta aksara di indonesia menjadi satu persoalan yang sulit untuk dihilangkan.
Literasi berarti kemampuan, kefasihan membaca dan menulis, berpikiran kritis, dan peka terhadap lingkungan sekitar. Di Indonesia presentase penduduk yang kurang mampu membaca dan menulis cukup tinggi, dengan menempati urutan ke-3 dari 140 negara di dunia. Pada tahun 2012, Indonesia menempati urutan ke-50. Lalu pada tahun 2013, Indonesis menempati urutan ke-38. Namun seiring berjalannya waktu jumlah masyarakat yang mengalami buta aksara dapat diturunkan. Pada tahun 2015, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat persentase penduduk dewasa yang buta aksara di Indonesia mengalami penurunan sebesar 1,6 persen atau sekitar 3,28 juta jiwa selama kurun waktu lima tahun terakhir. Perkembangan tersebut cukup baik.. Upaya-upaya pemerintah serta kepedulian masyarakat dalam memberantas buta aksara cukup efektif. Karena kebutuhan membaca sangat diperlukan agar masyarakat Indonesia tidak menjadi masyarakat yang kurang informasi.
Suatu kemudahan bagi masyarakat yang hidup di era globalisasi ialah keberadaan gadget. Gadget-gadget tersebut dapat berupa Handphone, Laptop dan benda-benda elektronik canggih lainnya. Khusus untuk Handphone dapat dikatakan hampir seluruh lapisan masyarakat pasti memiliki HP. HP hadir dengan berbagai merk, dari yang paling canggih sampai yang standar. Bahkan sekarang ini orang tidak lagi mengatakan Handphone tapi Smartphone. Kualitas HP smartphone lebih dari sekedar mengirim sms atau telepon tapi juga dilengkapi dengan berbagai aplikasi yang dapat mempermudah pekerjaan manusia. Pemanfataan gadget untuk kehidupan sehari-hari dapat diliat dari segi negatif danpositif. Dari segi negatif, masyarakat menjadi ketergantungan dengan gadget yang mereka miliki. Bagi anak muda gadget biasa dimanfaatkan untuk sekedar update kegiatan sehari-hari di media sosial atau bermain game seharian. Seakan-akan gadget adalah kitab suci pada kalang ananak-anak, remaja, maupun dewasa sekarang, yang pada intinya tiada hari tanpa gadget; mulai dari bangun tidur sudah memegang gadgetnya dan lupa akan segala aktivitas yang seharusnya dikerjakan.
Kondisi ini cukup memprihatinkan, disaat pemerintah sedang berusaha mengurangi masalah buta aksara dengan berbagai program melalui gadget namun anak muda justru menggunakan gadget untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Padahal salah satu nilai positif dari gadget adalah adanya program yang dapat membantu kita mendapatkan informasi secara cepat. Selain itu gadget juga dapat menajamkan kemampuan membaca kita dengan aplikasi yang disebut e-book (electronic book/buku elektronik). Jika kita ingin lebih efisien dalam membaca buku kita dapat menggunakan aplikasi e-book.
Bila seseorang bisa memanfaatkan media digital dengan baik maka ia dapat memperluas kemampuannya untuk media pembelajaran baru. Media pembelajaran baru berupa pembelajaran literasi dengan menggunakan media digital yang diperlukan di dalam masyarakat dalam memberantas buta aksara. Contoh media pembelajaran baru yaitu adanya e-book. Kita dapat membaca buku tanpa perlu menggunakan buku konvensional, menggunakan sistem yang ada di smartphone android atau ios. Dalam dunia pendidikan ada dua jalur, yaitu pendidikan formal atau pendidikan sekolah dan pendidikan non formal atau pendidikan masyarakat. Untuk pendidikan sekolah terdapat pembelajaran literasi digital dalam mata pelajaran Ilmu Komputer atau Simulasi Digital (SimDig) dan Bahasa. Untuk bidang Bahasa, siswa diharuskan menguasai keterampilan membaca, menyimak dan menulis. Jika bahasa digabungkan dengan ilmu komputer atau simulasi digital maka akan tercipta proses literasi melalui media digital dengan cara siswa dapat membaca melalui buku elektronik, menulis melalui blog, dan kemampuan dalam membedakan berita bohong dan berita benar yang tersebar luas di internet. Selain melalui pendidikan formal atau pendidikan sekolah,proses literasi melalui media digital juga dapat dikerjakan dalam pendidikan  masyarakat, yaitu  dengan melalui sebuah organisasi di bawah naungan badan yang berkepentingan dibidangnya, bakti sosial seperti mengunjungi rumah sosial dan mengadakan penyuluhan kepada anak-anak kurang mampu yang memang rata-rata kurang mendapatkan pendidikan yang layak dengan cara memberikan pelayanan edukasi yang menarik untuk anak seusianya, dan serta komunitas hobi seperti sama halnya dengan bakti sosial, para komunitas hobi ini bisa melakukan bakti sosial dengan cara yang serupa dan diikuti dengan penampilan bakat dari hobinya agar dapat menarik perhatian masyarakat sekitar.

Proses literasi melalui media digital merupakan salah satu alat penting untuk  mengatasi beberapa persoalan sosial, dengan adanya buku elektronik sebagai media pembelajaran diharapkan mampu mengatasi persoalan anak-anak, remaja, bahkan dewasa yang ingin membuka situs pornografi seksualitas, diskriminasi penindasan dan semacamnya jadi lebih cenderung  terfokus kepada buku elektronik atau aplikasi pembelajaran lainnya. Proses  literasi melalui media digital membuat masyarakat dapat lebih mudah mengakses. Terlebih untuk orang tua yang ingin memberikan pembelajaran kepada anaknya dengan melalui media digital ini, orang tua lebih mudah untuk memilah dan memahami jenis informasi yang dapat diberikan kepada anaknya sehingga sang anak tidak ketinggalan informasi yang tepat dan juga tidak mengalami istilah gagap teknologi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini Ceritaku, Mana Ceritamu?

Oh haiiii h ello guyssss welcome-back to my bloggggg eheheheh!!!! :))))) Kali ini aku bakalan cerita tentang pengalamanku selama kurang lebih hampir sebulan di ikanobu jakut Jadi...waktu aku masih kelas 10,sekolahku kedatangan tim dari ikanobu jakut. Mereka mensosialisakan tentang IJakarta. Sedikit informasi ya untuk kalian para pembaca blogku<3 IJakarta itu adalah perpustakaan digital yang bisa diakses melalui smartphone atau laptop kamu. Awalnya mereka memperkenalkan diri, mereka bilang kalo mereka dari Abang dan None Buku Jakarta Utara. Waktu mereka bilang mereka dari abnonku aku bener2 bingung, emang ada ya abang none buku? Karena setau aku abang none itu ya cuma abang none pariwisata aja hahaha. Ok, mereka mulai ngejelasin ttg IJakarta dan mereka ngenalin juga tentang Abang None Buku. Dan dari situ akhirnya aku mulai tertarik untuk ikut abnonku hahaha, aku mulai follow official instagram abnonku, aku ikutin terus update info seputar abnonku. Sampai akhirnya ada 1 foto dari...

Selamat 20 Tahun

Hi everyone! I'm back with another episode of Fannisya's  gak-begitu-penting writing hehe. So I, finally, decide to start writing again because I kinda miss it. It's been a long time, 2 tahun cuy terakhir banget gue nulis ngasal kayak gini sampe akhirnya sekarang mencoba buat nulis lagi yaaaaa semoga aja ini gaakan numpuk di kumpulan draft doang wkwk. Oiya, terakhir kali gue nulis kalo gak salah gue masih semester 1 dan GUESS WHAT sekarang gue udah semester 5! HAHAHAHHAHAHA gue juga gak ngerti kenapa bisa secepet ini waktu berlalu~ So I'm 20 this year. Pretty old, but not that old. Pretty young, but not that young. Bingung? Banget. I didn't expect that when I turned into the age of 20, the pandemic happened—all of a sudden. Gue gak pernah nyangka tahun ini gue bakalan full di rumah aja, di depan laptop ngurusin kerjaan (re: kuliah, tugas, organisasi, dan repeat) tanpa keluar rumah (sometimes gue keluar sih tapi gue bener2 avoid kerumunan, keluar juga cuma beli makan...

Resensi Novel "Hujan" Karya Tere Liye

Resensi Novel Hujan-Tere Liye Sebagai salah satu persyaratan kelulusan Ujian TIK Mahasiswa Baru Universitas Negeri Yogyakarta Nama     : Fannisya Aulya Iskandar NIM      : 18202244018 Prodi/Fakultas   : Pendidikan Bahasa Inggris/Fakultas Bahasa dan Seni HUJAN 1.        Identitas Buku Judul                 : Hujan Penulis               : Tere Liye Cetakan             : Cetakan ke-1, 2016 Penerbit             : Gramedia Pustaka Utama Tebal buku        : 318 halaman; 23 cm ISBN                 : 978-602-03-2478-4 2.    ...